Dunia ini begitu kejam bak penjara, sehingga jika kau disakiti, hatimu akan
terasa seperti teriris-iris dan seolah ditetesi jeruk nipis.
Namun jangan khawatir, dengan begitu, kau akan jadi lebih "matang",
kenyataan itu pahit, pahit yang tak mampu diterima ia yang bermental lemah.
Pahit untuk dilalui, diterima, dipelajari, ditoleransi, bahkan sulit untuk
disadari.
Namun jangan khawatir, dengan begitu, kau akan jadi lebih "tenang", keduanya bagaikan obat yang mampu mengobati hati dan pikiran. Jika tahu bagaimana memanfaatkannya dengan baik, mampu ‘tuk diterima. Bagaikan hitam dan putih yang selalu bergandengan, ia silih berganti memenuhi tiap rongga kehidupan. Dan ketika kau mampu menembusnya dan menjadikannya bulat utuh, maka ketenangan yang kau dapat.
![]() |
| Foto: Properti pribadi sewaktu menyeduh kopi |
Selayaknya janji Sang maha kuasa kepada tiap-tiap hambanya. Tabah sabar dan nikmati sajalah, maka ketenangan yang kau dapat. Selayaknya jeruk nipis dan kopi. Tak hanya nikmat, tak hanya asam dan pahit yang kau terima. Jika kurang tambahkan sedikit gula (iman dan kesabaran) maka kenikmatan yang kau teguk.
Dan Allah Ta’ala berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(Al-Baqarah:155)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar