5 Des 2017

Kopi dan Hujan

Kini musim penghujan mulai mengguyur bumi Indonesia, setelah hari-hari musim kemarau t’lah berakhir untuk tahun ini. Nada-nadanya mulai turun dari langit secara berirama, membasahi tanah Nusantara ini, menebar aromanya nan sederhana dan menenangkan. Sering pula ia muncul Bersama-sama dengan membawa spectrum warna penuh pesona.

Rintik-rintik hujan Bersama awan-awan lembut kelabu, menggoda hasrat untuk menyeduh secangkir kopi hitam, dengan sedikit kepekatan rasa dan aromanya merayu-rayu kalbu ingin dinikmati menghabiskan waktu di kala hujan turun. Memancing pikiran-pikiran yang hendak menawarkan pemikiran-pemikiran luas tanpa batas, imajinasi liar yang membawa pada perspektif lainnya.

2 Des 2017

Renjana kopi


Proses... dulunya, aku tidak menyukai sebuah proses, aku bahkan tak mengerti apa itu atau bagaimana cara dan rasanya menikmati proses. Bagaimana kita tahu jika kita sedang menikmatinya. Bagaimana belajar darinya. Perlahan, skenario menggiring diriku bagaikan domba yang sedang digembala oleh tuannya. Polos tanpa benar-benar mengetahui "maksud".

Memori Kopi

Setelah tegukan pertama

Foto: didapat dari Google
Wahai langit malam yang bersandar pada rembulan
Engkau berpuisi bersama bintang-bintang nan menawan
Dan indahnya kesunyian langitNya nan rupawan

Tatkala rindu menyapa
Sejuta kasih meraba
Perih enggan mengalah
Mengundang tangis nan terbendung dalam

Kopi dan perantauan


Tanpa terasa waktu telah melahap sisa umurnya selama hampir dua tahun dalam kisah perantauan dan akhirnya dia mulai bisa berkata,

"Aku sudah belajar, dan masih harus terus belajar" setelah dua puluh dua tahun berlalu, baru ia merangkai kalimat itu, walau sebelumnya ada tanpa sebuah kalimat yang rasanya pas.

Foto: properti pribadi

30 Nov 2017

Kopi Pelepas Senja



“Hanya tinggal menunggu waktu sampai segala senyum berubah menjadi ketakutan tercekik masa. Kebahagiaan dan kesenangan yang hanya sekedar kegilaan semata. Harapan yang menjelma keputus-asaan.”